2014

Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak dalam beberapa detik atau secara cepat dalam beberapa jam dengan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan daerah yang terganggu. Definisi menurut WHO : stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak Menurut Neil F Gordon :  stroke adalah gangguan potensial yang fatal pada suplai darah bagian otak. Tidak ada satupun bagian tubuh manusia yang dapat bertahan bila terdapat gangguan suplai darah dalam waktu relatif lama sebab darah sangat dibutuhkan dalam kehidupan terutama oksigen pengangkut bahan makanan yang dibutuhkan pada otak dan otak dalah pusat control system tubuh termasuk perintah dari semua gerakan fisik.
Dengan kata lain stroke merupakan manifestasi keadaan pembuluh darah cerebral yang tidak sehat sehingga bisa disebut juga “cerebral arterial disease” atau “cerebrovascular disease”. Cedera dapat disebabkan oleh sumbatan bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, sumbatan dan penyempitan atau pecahnya pembuluh darah, semua ini menyebabkan kurangnya pasokan darah yang memadai Gangguan pembuluh darah otak (GPDO) masih penyebab kematian ketiga, sesudah penyakit jantung dan kanker. Di negara maju, meskipun angka kematian dari GDOP akhir-akhir ini cenderung menurun oleh karena pencegahan terhadap penyakit ini telah dilakukan sebaik mungkin. Di negara berkembang kemajuan ekonomi serta ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperpanjang usia Di samping itu, perbaikan metoda penanganan penderita GPDO yang akut, telah menekan angka kematian penderita, akibat dari semua ini dapat diramalkan bahwa jumlah penderita yang mempunyai gejala sisa akibat GPDO akan meningkat. Pada kondisi Gangguan Pembuluh Darah Otak atau Stroke, problem yang sering timbul oleh pasien biasanya : 1.      Adanya kelemahan otot pada bagian anggota gerak tubuh yang terkena 2.      Adanya gangguan keseimbangan 3.      Adanya gangguan postur 4.      Adanya gangguan pernafasan 5.      Adanya atropi. 6.      Adanya gangguan kemampuan fungsional Rehabilitasi stroke adalah program pemulihan pada kondisi stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke, sehinga mereka mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Program rehabilitasi ini bisa dibilang merupakan program yang tidaklah mudah, karena setelah stroke terkadang menyisakan kelumpuhan terutama pada sisi yang terkena, timbul nyeri, subluksasi pada bahu, pola jalan yang salah dan masih banyak kondisi yang perlu dievaluasi oleh fisioterapis. Penanganan fisioterapi pasca stroke adalah kebutuhan yang mutlak bagi pasien untuk dapat meningkatkan kemampuan gerak dan fungsinya. Berbagai metode intervensi fisioterapi seperti pemanfaatan electrotherapy, hidrotherapy, exercise therapay (Bobath method, Proprioceptive Neuromuscular Facilitation, Neuro Developmental Treatment, Sensory Motor Integration, dll..) telah terbukti memberikan manfaat yang besar dalam mengembalikan gerak dan fungsi pada pasien pasca stroke. Akan tetapi peran serta keluarga yang merawat dan mendampingi pasien juga sangat menentukan keberhasilan program terapi yang diberikan. Kemampuan anggota keluarga memberikan penanganan akan berdampak sangat baik bagi pemulihan pasien. Penanganan fisioterapi pasca stroke pada prinsipnya adalah proses pembelajaran sensomotorik  pada pasien dengan metode-metode tersebut diatas. Akan tetapi interaksi antara pasien dan fisioterapis amat sangat terbatas, lain halnya dengan keluarga pasien yang memiliki waktu relatif lebih banyak. Dampak lain adalah jika pemahaman anggota keluarga kurang tentang penanganan pasien stroke maka akan menghasilkan proses pembelajaran sensomotorik yangsalah pula. Hal ini justru akan memperlambat proses perkembangan gerak.
Rehabilitasi terdiri dari: ● Kemampuan dan keterampilan belajar kembali ● Mempelajari keterampilan-keterampilan baru ● Membiasakan terhadap keterbatasan-keterbatasan yang disebabkan oleh stroke ● Mendapatkan dukungan social, emosional serta latihan di rumah atau dalam masyarakat. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk terapi, seperti : • Mengatur posisi untuk memastikan bahwa tubuh berada pada posisi yang tepat. Mereka juga akan disarankan untuk merubah posisi untuk memastikan bahwa otot-otot dan tulang sendi tidak kaku dan penderita tidak bertambah sakit. Jika otot-otot Sangat lemah, maka butuh bantuan untuk melakukan aktivitas tersebut. • Pengawasan dan penguatan otot ini bisa dimulai dengan gerakan-gerakan kecil dipandu oleh ahli terapi, tetapi bila otot-otot makin kuat dan gerakan-gerakan yang lebih sulit akan ditambah/diberikan. • Aktivitas fungsional apabila otot sudah sangat kuat, gerakan-gerakan akan digabungkan dengan aktivitas • Aktivitas seperti duduk, berdiri, berjalan, makan, men-cuci, dll. • Keseimbangan agar mampu untuk bergerak den-gan mudah dan aman dan melakukan suatu gabungan aktivitas pada waktu yang bersamaan, keseimbangan adalah hal penting. Latihan-latihan yang membutuhkan keseimbangan dan untuk mengembangkan kemampuan penderita untuk membetulkan keseimbangan mereka secara bebas adalah hal umum setelah terkena stroke. • Menelan sebagian orang mempunyai kesulitan untuk menelan setelah terkena stroke. Ini bisa menye-babkan resiko lebih besar terhadap infeksi pernapasan. Pengaturan posisi dan saran untuk mengkonsumsi jenis-jenis makanan dan latihan-latihan khusus juga dapat membantu. • Berbicara banyak tipe masalah-masalah berbicara. Terapi bisa membantu penderita untuk mengenal kata-kata, mengkoordinasikan otot untuk berbicara atau mencari cara komunikasi lain. • Adaptasi untuk menjadikan aktivitas lebih mudah, seperti berjalan dan makan, adaptasi atau bantuan-bantuan bisa digunakan. Kadang-kadang bersifat sementara dan ketika penderita sembuh dapat dipindahkan. Kadang-kadang lebih permanent. Rehabilitasi juga merupakan proses yang lama dan setiap orang yang terlibat harus menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut. Satu atau dua sesi mungkin tidak nampak hasil, tapi mereka tidak boleh menyerah. Dengan waktu dan usaha banyak penderita stroke bisa sembuh beberapa tingkat. Kesimpulannya selalu harus ada pencegahan mengenai stroke. Orang yang cenderung mengalami stroke dapat diketahui dengan adanya factor-faktor resiko.
credit : http://fisioterapi.umm.ac.idSumber : • World Health Organization, 2006. STEP Stroke Surveillance. Available from: http://www.who.int/entity/chp/steps/Section1_Introduction.pdf  • Neil F Gordon. Stroke : Your Complete Exercise Guide (Cooper Clinic and Research Institute Fitness Series). 1996. • Meriel Norris, Outreach Project Manager Handicap International Takengon

Hampir setiap orang mengenal timbilen atau timbil yang dalam bahasa medis disebut Hordeolum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang tua. Disebutkan bahwa angka kejadian pada usia dewasa lebih banyak dibanding anak-anak. Tidak ada perbedaan angka kejadian (insidens rate) antara wanita dengan pria. Adakalanya seseorang mudah banget mengalami timbilen (berulang). Ibaratnya, baru sembuh yang satu, kemudian muncul lagi timbil di tempat yang lain.
Hordeolum ( stye ) adalah infeksi atau peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, biasanya oleh kuman Stafilokokus (Staphylococcus aureus). Hordeolum dapat timbul pada 1 kelenjar kelopak mata atau lebih. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar Meibom, kelenjar Zeis dan Moll. Berdasarkan tempatnya, hordeolum terbagi menjadi 2 jenis :1. Hordeolum interna, terjadi pada kelenjar Meibom. Pada hordeolum interna ini benjolan mengarah ke konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam). 2. Hordeolum eksterna, terjadi pada kelenjar Zeis dan kelenjar Moll. Benjolan nampak dari luar pada kulit kelopak mata bagian luar (palpebra). G E J A L ATanda-tanda hordeolum sangat mudah dikenali, yakni nampak adanya benjolan pada kelopak mata bagian atas atau bawah, berwarna kemerahan. Adakalanya  nampak bintik berwarna keputihan atau kekuningan disertai dengan pembengkakan kelopak mata. Pada hordeolum interna, benjolan akan nampak lebih jelas dengan membuka kelopak mata. Keluhan yang kerap dirasakan oleh penderita hordeolum diantaranya rasa mengganjal pada kelopak mata, nyeri takan dan makin nyeri saat menunduk. Kadang mata berair dan peka terhadap sinar. Hordeolum dapat membentuk abses di kelopak mata dan pecah dengan mengeluarkan nanah.
PENGOBATANPada umumnya hordeolum dapat sembuh sendiri (self-limited) dalam 1-2 minggu. Namun tak jarang memerlukan pengobatan secara khusus, obat topikal (salep atau tetes mata antibiotik) maupun kombinasi dengan obat antibiotika oral (diminum). Urutan penatalaksanaan hordeolum adalah sebagai berikut :• Kompres hangat selama sekitar 10-15 menit, 4 kali sehari. • Antibiotik topikal (salep, tetes mata), misalnya: Gentamycin, Neomycin, Polimyxin B, Chloramphenicol, Dibekacin, Fucidic acid, dan lain-lain. Obat topikal digunakan selama 7-10 hari, sesuai anjuran dokter, terutama pada fase peradangan. • Antibiotika oral (diminum), misalnya: Ampisilin, Amoksisilin, Eritromisin, Doxycyclin. Antibiotik oral digunakan jika hordeolum tidak menunjukkan perbaikan dengan antibiotika topikal. Obat ini diberikan selama 7-10 hari. Penggunaan dan pemilihan jenis antibiotika oral hanya atas rekomendasi dokter berdasarkan hasil pemeriksaan. Adapun dosis antibiotika pada anak ditentukan berdasarkan berat badan sesuai dengan masing-masing jenis antibiotika dan berat ringannya hordeolum. Obat-obat simptomatis (mengurangi keluhan) dapat diberikan untuk meredakan keluhan nyeri, misalnya: asetaminofen, asam mefenamat, ibuprofen, dan sejenisnya. ANJURAN UNTUK PENDERITA• Hindari mengucek-ucek atau menekan hordeolum. • Jangan memencet hordeolum. Biarkan hordeolum pecah dengan sendirinya, kemudian bersihkan dengan kasa steril ketika keluar nanah atau cairan dari hordeolum. • Tutup mata pada saat membersihkan hordeolum. • Untuk sementara hentikan pemakaian make-up pada mata. • Lepaskan lensa kontak (contact lenses) selama masa pengobatan. Kapan dilakukan insisi ?Dianjurkan insisi (penyayatan) dan drainase pada hordeolum, apabila: • Hordeolum tidak menunjukkan perbaikan dengan obat-obat antibiotika topikal dan antibiotika oral dalam 2-4 minggu. • Hordeolum yang sudah besar atau sudah menunjukkan fase abses. Setelah insisi dianjurkan kontrol dalam seminggu atau lebih untuk penyembuhan luka insisi agar benar-benar sembuh sempurna. Terapi Akupunktur pada HordeolumAkupunktur Juga telah terbukti dapat menjadi pilihan selain pengobatan menggunakan obat kimia atau menghindari fase abses. Akupunktur akan merangsang pelepasan pembunuh rasa sakit alami yang disebut endorfin yang membantu meringankan sakit dan bengkak pada hordeolum. PENCEGAHAN• Jaga kebersihan wajah dan membiasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah agar hordeolum tidak mudah berulang. • Usap kelopak mata dengan lembut menggunakan washlap hangat untuk membersihkan ekskresi kelenjar lemak. • Jaga kebersihan peralatan make-up mata agar tidak terkontaminasi oleh kuman. • Gunakan kacamata pelindung jika bepergian di daerah berdebu.

Kanker esofagus adalah suatu keganasan yang terjadi pada saluran cerna bagian atas, yaitu pada saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung (esofagus).
Kanker esofagus yang paling sering terjadi adalah karsinoma, yaitu karsinoma sel skuamosa (karsinoma epidermoid) dan adenokarsinoma. Keduanya lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Kanker bisa terjadi di bagian esofagus manapun. Tetapi karsinoma sel skuamosa lebih sering terjadi pada esofagus bagian atas dan Adenokarsinoma lebih sering terjadi pada esofagus bagian bawah. Kanker bisa tampak sebagai penyempitan (striktur) pada esofagus, benjolan, daerah kelainan yang datar (plak), atau fistula (hubungan yang abnormal) antara esofagus dan jalan nafas.
Kanker esofagus jenis lain yang lebih jarang terjadi antara lain leiomiosarkoma (kanker otot polos esofagus) dan kanker yang berasal dari bagian tubuh lainnya (metastasis).
PENYEBAB
Merokok dan penggunaan alkohol merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker esofagus, terutama karsinoma sel skuamosa. Pada orang-orang yang mengalami infeksi virus human papilloma (HPV), terkena kanker kepala dan leher, atau pernah mendapatkan terapi radiasi pada esofagus memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya kanker esofagus.
Risiko terjadinya kanker esofagus, terutama karsinoma sel skuamosa, juga lebih sering terjadi pada orang yang : - kerongkongannya telah menyempit karena mereka pernah menelan zat korosif, misalnya cairan untuk pembersih - menderita akalasia (keadaan dimana katup kerongkongan bagian bawah gagal membuka) - memiliki sumbatan di kerongkongan, misalnya selaput kerongkongan Kebanyakan adenokarsinoma terjadi pada orang-orang yang memiliki kondisi pra-kanker, yaitu Barrett esophagus. Kondisi ini terjadi akibat iritasi pada esofagus yang terjadi untuk waktu lama yaitu oleh reflux asam lambung berulang. Orang dengan obesitas mengalami peningkatan risiko terjadinya adenokarsinoma karena memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya reflux asam lambung.
GEJALA
Kanker esofagus stadium awal bisa tidak disadari. Gejala awal yang terjadi biasanya kesulitan dalam menelan makanan padat, yang muncul akibat kanker yang tumbuh menyempitkan esofagus. Setelah beberapa minggu, keadaan ini berkembang dan penderita akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan lunak dan kemudian cairan, bahkan untuk menelan saliva (ludah). Sering terjadi penurunan berat badan, meskipun penderita tetap mencoba untuk makan dengan baik. Penderita juga dapat merasakan nyeri dada yang timbul sampai ke punggung.
Dengan berjalannya penyakit, seringkali kanker menginvasi berbagai saraf, jaringan atau organ lain. Tumor dapat menekan saraf yang mengatur pita suara, sehingga menyebabkan suara menjadi serak. Penekanan saraf juga dapat menyebabkan terjadinya sindroma Horner, nyeri pada tulang belakang, dan cegukan.
Kanker biasanya menyebar ke paru-paru (menyebabkan terjadinya sesak nafas) dan ke hati (menyebabkan timbulnya demam dan pembengkakan pada perut). Selain itu, kanker juga dapat menyebar ke :
    ● tulang, sehingga menimbulkan rasa nyeri
      ● otak, menyebabkan terjadinya sakit kepala, kebingungan, dan kejang
        ● usus, dapat menyebabkan muntah, adanya darah pada tinja, dan anemia defisiensi besi
          ● ginjal, seringkali tidak bergejala
            Pada kanker esofagus stadium lanjut, kanker dapat menyebabkan sumbatan pada esofagus. Penderita menjadi tidak dapat menelan, sehingga air ludah dapat terkumpul di mulut.
            DIAGNOSA
            Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan foto rontgen yang disebut barium meal. Penderita menelan larutan barium radioopak sehingga akan tampak daerah penyumbatan pada foto rontgen esofagus.
             
            Sumber : http://medscape.com/
            Daerah yang mengalami kelainan sebaiknya juga diperiksa dengan endoskopi. Dengan endoskopi dapat langsung dilihat keadaan esofagus menggunakan kamera khusus yang dimasukkan ke dalam saluran cerna. Selama endoskopi dapat diambil contoh jaringan esofagus (biopsi) atau sel-sel yang terlepas (brush cytology) untuk pemeriksaan di bawah mikroskop.
            Pemeriksaan CT (Computed Tomography) scan dada dan perut serta ultrasonografi dapat dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana kanker yang terjadi.
            PENGOBATAN
            Pembedahan untuk mengangkat tumor bisa sangat meringankan gejala, tetapi jarang dapat menyembuhkan, karena kanker biasanya telah menyebar saat pembedahan dilakukan. Kemoterapi yang dikombinasi dengan terapi radiasi dapat meringankan gejala dan memperpanjang masa harapan hidup selama beberapa bulan. Terkadang terapi radiasi dan kemoterapi yang dilakukan sebelum pembedahan dapat meningkatkan pemulihan setelah pembedahan.
            Ada beberapa tindakan yang hanya bertujuan untuk mengatasi gejala yang ada, terutama kesulitan dalam menelan. Tindakan-tindakan tersebut berupa:
              ● melebarkan daerah esofagus yang menyempit dan kemudian memasukan stent untuk menjaga agar esofagus tetap terbuka
                ● menghancurkan jaringan kanker dengan laser untuk melebarkan daerah yang tersumbat
                  ● menggunakan terapi radiasi untuk menghancurkan jaringan kanker yang menyumbat esofagus
                    Esophageal stent. Shows cancer blocking esophagus. Insets show  enlarged area of cancer and a stent placed in the esophagus to keep it open.
                    Sumber : http://www.ccsb.org/
                    Teknik lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala adalah terapi fotodinamik, dimana zat kontras khusus dimasukkan ke dalam pembuluh darah (intravena) 48 jam sebelum terapi dilakukan. Zat kontras ini akan diserap oleh sel-sel kanker lebih banyak daripada yang diserap oleh sel-sel normal di esofagus. Ketika dilakukan penyinaran dengan laser yang diberikan melalui endoskopi, zat kontras tersebut akan menghancurkan jaringan kanker, sehingga dapat membuka sumbatan esofagus oleh kanker. Terapi fotodinamik menghancurkan kanker yang menyumbat lebih cepat daripada terapi radiasi atau kemoterapi pada orang-orang yang tidak dapat dilakukan pembedahan karena keadaan umum yang buruk.
                    Nutrisi yang baik membuat terapi yang diberikan menjadi lebih mungkin untuk dilakukan dan ditoleransi. Penderita yang masih dapat menelan bisa diberikan cairan nutrisi tambahan. Penderita yang tidak dapat menelan mungkin membutuhkan selang untuk makan, yang dimasukkan melalui dinding perut ke lambung.
                    Kanker esofagus cenderung menyebabkan kematian. Kurang dari 5% penderita kanker kerongkongan bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Banyak yang meninggal dalam waktu 1 tahun setelah gejala pertama timbul. Untuk itu penderita kanker esofagus sebaiknya membicarakan dengan dokter yang merawat tentang perawatan medis yang diinginkan dan juga kebutuhkan perawatan pada masa akhir hidup.
                    PENCEGAHAN
                    Tidak ada cara untuk mencegah terjadinya kanker kerongkongan. Namun, untuk mengurangi risiko kanker kerongkongan, Anda dapat:
                      1. Berhenti merokok atau tidak mulai merokok. Jika Anda merokok, berhenti. Jika Anda tidak merokok, jangan mulai.
                        2. Batasi minum alkohol atau tidak sama sekali. Untuk perempuan dan orang dewasa yang lebih tua cukup satu gelas per hari. Untuk laki-laki tidak lebih dari dua gelas per hari.
                          3. Pilih makanan sehat penuh dengan buah dan sayur. Vitamin dan antioksidan dalam buah dan sayur dapat mengurangi resiko kanker esofagus. Makanlah berbagai buah dan sayuran berwarna.
                            4. Berhati-hati saat berada di sekitar bahan kimia. Ketika bekerja dengan bahan kimia, baik di pekerjaan atau di sekitar rumah Anda, ikuti petunjuk penggunaan dengan hati-hati. Hindari menghirup uap kimia berbahaya. Perbaiki ventilasi ruangan tempat Anda bekerja dan pakai masker hidung dan mulut Anda.
                              REFERENSI
                              - L, Elliot M. Esophageal Cancer. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

                              Waspadai jika Anda sering batuk-batuk tapi tak kunjung sembuh. Mungkin itu bukan batuk biasa, karena bisa jadi itu gejala TBC. Kenali 8 gejala khasnya. Jumlah penderita tuberkulosis (TB) terus bertambah. Penyakit menular ini merupakan infeksi serius yang mempengaruhi paru-paru seseorang. Bakteri yang menyebabkan TB bisa menyebar dari satu orang ke orang lain melalui tetesan kecil yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin. Jika TB tak diobati hingga tuntas bisa berakibat fatal.
                              TB disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, kuman yang ditularkan melalui udara dan dari satu orang ke orang lain. Kadang-kadang, bakteri menyebar ke organ lain dan bisa menyebabkan meningitis. Infeksi TB ini mulai meningkat pada 1985. Sebagian muncul karena HIV, virus yang menyebabkan AIDS. HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga sistem kekebalan tubuh seseorang tak bisa melawan kuman TB. Di Amerika Serikat, dengan pengendalian yang ketat, TB mulai turun pada 1993, namun masih jadi pusat perhatian. Orang dengan TB aktif harus minum beberapa jenis obat selama berbulan-bulan untuk membasmi infeksi dan mencegah perkembangan resistensi antibiotik. Meskipun tubuh bisa menjadi pelabuhan bakteri yang menyebabkan TB, sistem kekebalan tubuh biasanya bisa mencegah Anda dari sakit. Karena alasan itu, dokter membedakan TB dalam dua macam: 1. TB Laten. Pada kondisi ini, Anda memiliki infeksi TB, tapi bakteri tetap dalam tubuh Anda dalam keadaan tidak aktif serta tak menimbulkan gejala. TB laten juga disebut TB tidak aktif atau TB infeksim yang tak menular. Namun, bisa berubah menjadi aktif sehingga pengobatan penting bagi TB laten untuk membantu mengendalikan penyebaran TB. Diperkirakan, sepertiga penduduk dunia mengalami TB laten. 2. TB aktif. Kondisi membuat Anda sakit dan bisa menularkan ke orang lain. Ini bisa terjadi beberapa minggu pertama setelah terinfeksi bakteri TB atau beberapa tahun kemudian. Tanda dan Gejala TB Aktif Kebanyakan, orang tak menyadari mengalami gejala TB dan bingung membedakannya dengan penyakit lain karena tak mudah untuk mengenalinya. Padahal, gejala dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Orang sering mengalami satu atau dua gejala ringan dan tak mengenalinya sedini mungkin. Gejala sering tidak muncul sampai penyakit ini berkembang. Mengidentifikasi gejala TB bisa membantu seseorang mencegah komplikasi seperti infeksi PPOK (Penyakit paru Obstruktif Kronik) pada organ tubuh lain. Berikut sejumlah tanda dan gejala khas jika orang terkena TB : ● Batuk. Pada tahap selanjutnya, batuk bisa menghasilkan dahak berwarna abu-abu atau kuning yang bisa bercampur dengan darah ● Perhatikan penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan. ● Kelelahan ● Demam ● Berkeringat di malam hari adalah salah satu cara tubuh melindungi darpenyakit. Berkeringat di malam hari dapat dimulai dengan demam dan akhirnya menyebabkan keringat berlimpah diikuti oleh menggigil. ● Panas dingin ● Kehilangan nafsu makan ● Amati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. Ini merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya Organ yang Terpengaruh TB bisa menyerang paru-paru Anda dan bagian organ lainnya.Jika Anda mengalami TB paru, maka tanda dan gejala yang dihadapi : ● Batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih ● Batuk darah atau sputum ● Perhatikan nyeri di dada dan paru-paru, yang bisa menyebabkan sesak napas. Sesak napas itu bisa menyebabkan pusing. Selain paru-paru, TB bisa mempengaruhi bagian lain dari tubuh Anda, termasuk tulang belakang, ginjal, dan otak. Ketika TB terjadi di luar paru-paru, gejala bervariasi tergantung organ yang terlibat. Misalnya saja TB tulang belakang yang bisa membuat punggung Anda sakit, dan TB ginjal yang bisa menyebabkan urine berdarah. Meski TB menular, bukan pekerjaan mudah untuk mengenalinya. Anda lebih mungkin tertular TB dari seseorang yang hidup dengan Anda atau bekerja bersamanya dibanding orang yang tak dikenal. Kebanyakan orang dengan TB aktif yang sudah menjalani terapi obat yang tepat, setidaknya dua minggu sudah tidak lagi menular. TB tetap menjadi pembunuh utama karena peningkatan dalam obat yang tahan dengan strain bakteri. Sejak antibiotik pertama digunakan untuk melawan TB sejak 60 tahun yang lalu, beberapa kuman TB mengembangkan kemampuannya untuk bertahan hidup. Dan kemampuan itu diteruskan ke keturunannya. Obat menjadi resisten terhadap TB ketika antibiotik gagal membunuh semua bakteri. Bakteri yang hidup menjadi resisten terhadap obat tertentu dan sering pada antibiotik lainnya. Faktor Peningkat Risiko Faktor tertentu bisa meningkatkan risiko seseorang terkena TB. Contohnya saja jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah dan tempat kerja atau tempat tinggal Anda ada orang yang terkena TB. Berikut sejumlah faktor risiko yang perlu diperhatikan: 1. Sistem Imun yang melemah.Sejumlah penyakit dan obat-obatan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, diabetes, penyakit ginjal stadium akhir, beberapa kanker, pengobatan kanker, obat mencegah penolakan transplantasi organ, malnutrisi, usia masih sangat muda atau usia lanjut. 2. Internasional koneksiRisiko TB lebih tinggi bagi orang-orang yang tinggal di atau melakukan perjalanan ke negara-negara yang memiliki tingkat tinggi tuberkulosis, seperti: - Afrika - India - Cina - Meksiko - Pulau-pulau di Asia Tenggara dan Mikronesia - Bagian dari Uni Soviet 3. Kemiskinan dan penyalahgunaan zatJika Anda berpenghasilan rendah atau tetap, tinggal di daerah terpencil, Anda kurang akses ke perawatan medis yang diperlukan untuk mendiagnosa dan mengobati TB. Sedangkan penyalahgunaan zat dalam jangka panjang seperti alkohol atau narkoba melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat orang rentang terhadap TB. 4. Tempat tinggal atau bekerjaKontak secara teratur dengan orang yang sakit bisa meningkatkan peluang Anda terkena TB. Kenakan masker dan sering mencuci tangan untuk mengurangi risiko. Tinggal atau bekerja di fasilitas rumah perawatan. Orang yang tinggal atau bekerja di penjarak, panti jompo berisiko terkena TB. Ini karena risiko lebih tinggi dengan kurangnya ventilasi. Tanpa pengobatan, TB bisa berakibat fatal. Penyakit yang tak diobati dengan aktif biasanya mempengaruhi paru-paru, tetapi bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui aliran darah Anda. Contoh meliputi: ● Tulang. Nyeri tulang punggung dan kerusakan sendi bisa akibat TB yang menginfeksi tulang Anda. Dalam beberapa kasus, tulang rusuk terpengaruh. ● Otak. TB di otak Anda bisa menyebabkan meningitis, pembengkakan selaput yang kadang-kadang fatal menutupi otak dan sumsusm tulang belakang. ● Hati dan ginjal: Hati dan ginjal membantu menyaring limbah dan kotoran dari aliran darah. Fungsi ini terganggu jika hati atau ginjal dipengaruhi TB. ● Jantung: TB bisa menginfeksi jaringan yang mengelilingi jantung, menyebabkan radang dan cairan yang bisa mengganggu kemampuan jantung Anda memompa secara efektif. Kondisi ini disebut cardiac tamponade yang bisa fatal. Jika Anda curiga mengalami TB, segera hubungi dokter. Anda mungkin dirujuk ke dokter yang mengkhususkan diri dalam penyakit menular atau penyakit paru-paru. Diagnosa TB Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa kelenjar getah bening Anda untuk pembengkakan dan mengunakan stetoskop untuk mendengar suara paru-paru Anda ketika bernapas. Alat diagnostik yang paling umum digunakan untuk TB adalah tes kulit. Sejumlah kecil zat yang disebut PPD tuberculin disuntikkan tepat di bawah kulit lengan bagian dalam. Anda akan sedikit merasakan tertusuk jarum. Dalam waktu 48 sampai 72 jam, ahli kesehatan akan memeriksa lengan untuk bengkak di tempat suntikan. Jika benjolan menjadi keras berwarna merah, berarti Anda mengalami TB. Ukuran benjolan menentukan apakah hasil tes signifikan. Namun, hasil tes kulit tak sempurna. Kadang-kadang hasilnya bisa menunjukkan orang itu kena TB padahal tidak. Ini juga menunjukkan orang yang tidak memiliki TB malah disebut kena. Selain tes kulit, TB juga bisa didiagnosa dari tes darah, X-ray dada, dan tes dahak. Pengobatan Obat-obatan merupakan dasar pengobatan tuberkulosis. Tapi mengobati TB memakan waktu lebih lama dibanding mengobati infeksi bakteri jenis lain. Dengan TB, Anda harus minum antibiotik setidaknya selama enam sampai sembilan bulan. Jika Anda mengalami TB laten, Anda mungkin perlu minum satu jenis obat TB. Untuk TB aktif, terutama jika itu adalah virus yang tahan obat, memerlukan beberapa obat sekaligus. Obat-obatan yang paling umum digunakan untuk mengobati tuberkulosis meliputi: ● Isoniazid ● Rifampisin (Rifadin, Rimactane) ● Etambutol (Myambutol) ● Pirazinamid Menyelesaikan pengobatan sangat penting. Setelah beberapa minggu, Anda tidak akan menular, dan Anda mungkin mulai merasa lebih baik. Anda mungkin tergoda untuk berhenti minum obat TBC Anda. Tetapi sangat penting jika Anda menyelesaikan terapi obat dan minum obat persis seperti yang ditentukan oleh dokter Anda. Menghentikan pengobatan terlalu cepat atau melewatkan dosis bisa memungkinkan bakteri yang masih hidup menjadi resisten terhadap obat-obatan, yang mengarah ke TB yang jauh lebih berbahaya dan sulit untuk mengobati.
                              credit:MayoclinicLiputan6.com

                              Pada tahun 2009 tercatat kurang lebih 2,5 juta penderita HIV baru, dan angka ini terus meningkat hingga saat ini. Pada tahap lanjut, infeksi HIV akan semakin menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga muncul banyak gejala ringan maupun berat. Pada tahap ini, penderita tersebut dikatakan mengidap AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome.
                               
                              HIV particles (blue) budding out from a white blood cell. © R. Dourmashkin\Wellcome Images\B0005750 cc-by-nc-nd 4.0
                              Selain menyerang sistem kekebalan tubuh, virus HIV juga dapat mengganggu sistem saraf pusat manusia. Kelainan ini dapat disebabkan virus HIV itu sendiri, atau terdapat infeksi bakteri atau jamur yang menyerang organ otak. Akibat rusaknya sistem imun yang berat, maka tubuh sama sekali tidak dapat melawan infeksi mikroorganisme yang sebetulnya tidak berbahaya bagi orang normal.
                              Penelitian menunjukkan hampir 50% penderita HIV AIDS mengalami gejala-gejala ringan hingga berat yang berkaitan dengan gangguan sistem saraf. Gejala-gejala tersebut antara lain gangguan konsentrasi, hilang ingatan, atau demensia. Pemeriksaan lanjutan seperti CT Scan atau MRI perlu dilakukan pada penderita yang mengalami gangguan di sistem saraf pusat untuk mengetahui penyebab kelainan yang dialami.
                              Selain menyerang sistem saraf pusat, virus HIV juga dapat mengganggu sistem saraf perifer. Gangguan sistem saraf perifer ini juga bisa bersifat ringan maupun berat. Rasa kebas di anggota gerak, rasa nyeri atau rasa terbakar adalah gejala gangguan sistem saraf perifer yang sering dijumpai pada penderita HIV AIDS.

                              Pengobatan

                              Saat ini banyak penemuan di bidang kedokteran yang berkaitan dengan pengobatan HIV, namun belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HIV secara total. Obat antiretroviral digunakan untuk menghambat replikasi virus HIV di dalam tubuh namun obat ini tidak dapat menghancurkan semua virus HIV yang ada. Dibutuhkan ketaatan minum obat yang tinggi agar obat ini dapat bekerja seperti yang diharapkan. Usia harapan hidup penderita HIV AIDS meningkat dengan ditemukannya obat ini.
                              Obat antiretroviral ini menurunkan angka kejadian kelainan sistem saraf pada penderita HIV, namun tidak semua kelainan pada penderita HIV AIDS dapat diatasi oleh obat antiretroviral. Pada beberapa kasus dibutuhkan pengobatan yang lebih menyeluruh untuk mengatasi kelainan di sistem saraf pusat.
                              Adanya gangguan sistem saraf pusat pada penderita HIV umumnya menandakan bahwa penderita tersebut telah dalam tahap sakit yang berat. Deteksi dini infeksi HIV melalui pemeriksaan darah merupakan salah satu pilar dalam penatalaksanaan HIV. Bila infeksi HIV telah diketahui sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa cara untuk menghambat atau memperlambat perjalanan penyakit HIV agar tidak berkembang ke arah yang membahayakan jiwa.

                              Pencegahan

                              Pencegahan infeksi HIV yang terutama adalah dengan memiliki gaya hidup sehat: tidak menggunakan narkoba suntik dan tidak melakukan aktivitas seksual di luar pernikahan. Penyakit HIV umumnya menular melalui kontak darah yang terinfeksi virus atau secara vertikal dari ibu ke anak. Jika Anda memiliki faktor risiko terkena infeksi virus HIV, maka pemeriksaan tes HIV merupakan langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan.

                              MKRdezign

                              Formulir Kontak

                              Nama

                              Email *

                              Pesan *

                              Diberdayakan oleh Blogger.
                              Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget